Minggu, 29 April 2012

Pendampingan SMK - Acara Qurban Part 2

Perjalanan yang panjaaaaaaaaaang.
Menunggu detik-detik terakhir kebersamaan. Dengan penuh harap, aku menunggu informasi dari kedua temanku yang sudah berangkat kerja di tempat yang jauh dirantau kota orang (jangan sampai kota hewan ya! Hehehe). Mereka adalah Indra Irawan dan Maliq Pelipur Lara di fb. Alhasil, Yes!!! Mereka bisa mengikuti prosesi Wisuda waktu itu. Seneng banget rasanya. Akhirnya kita bisa wisuda bareng-bareng. Sambil menunggu nama kita dipanggil 1/1, kita tak akan lepas untuk mengabadikan setiap momentum tsb. Foto sana sini, menyenangkan!!! Inilah foto kawan2 setia.

Kawan2 Wisuda ke-72
Setelah itu kita harus berpisah, wlo terasa berat. Tapi inilah hidup, kita memiliki kehidupan masing2. Ada pertemuan pasti da perpisahan. Kita akan bergelut dengan pilihan yg tlah kita pilih. Mengadu nasib dan mulai berdiri dengan kaki kita sendiri, itulah yg diktakan kawanku indra.

Ku mulai menyusun agenda2 rutinitas. Mulai dari jadwal mengajar di SMK Negeri 1 Labang, Smk Negeri 1 Robatal sampai jadwal ngelesiku pasca ngajar. Buseeeeett!!! Lebih padat dari yg ku bayangkan.

Bulan Oktober adalah bulan pertama ku mengajar di SMK Negeri 1 Robatal tempatku Pendampingan. Bulan2 ini ku hanya masuk 2 hari dalam 1 miggu. Tidak sperti ksepakatan sbelumnya, hal ni dikrenakan adanya pengurusan ijazah dkk. Akhirnya aku lebih sering izin di hari jum'at, jadi msuknya senin selasa deh.... Karena Kaprodi TKR hanya msuk hri Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Jadi hnya hri Jum'at yg memugkinkan unt ak bsa brkomuniksi dg bliau dan kbetulan ak izin trus tiap hri jum'at. Keadaan ini sunggh tak nyaman. Akhirnya tanpa harus bertemu Kaprodi TKR dan tanpa izin serta persetujuan bliau ak mmtuskan unt mengatur jadwalku dg guru2 yg lain. YESS!!! Aku dpat 3 matpel. Manajemen Bengkel Otomotif, DKK 1 dan DKK 4. Ahh,... Alhamdulillah. Tinggal cari matpel unt mngisi hri jumat sja. Bereeeeeeess...

Seringnya gak masuk hri jum'at. Gak tau gmn keadne skolah ktika hari jum'at. Waktu tu bru ku truh tas ku. Tiba2 Pak Hadi menanyaknku apakah ak sudh bertmu dg Kaprodi TKR. q jwab sja, "Belom". Langsung Pak Kaprodi di panggil dan akhiry qt brkenalan sambil lgsung deh ku mint maaf karena gak pernh msuk tiap hri jum'at. Tkut rasanya, tapi cuek ajaaaa orang ak mang ada halangan. Mange siapa yg minta, Alloh yg brkhendak kok.Akhirnya deal ak hnya mndampingi beliau sja, krena kbetulan gak ada matpel TKR di hri jum'at. Hanya jamnya bliau aja. Hah.... gak berat jadinya.

Di sekolah ini semua guru dan siswa sangat ramah. Siswa siswi sangat menghormati guru merekka. Tata krama sangat dijunjung, ak ngerasa sangt dihargai. Wlo statusku dan sofia hnyalah guru bantu di SMK tsb. Ada agenda terdekat waktu adl Qurban yg memang ditujukan unt memperingati Hari Raya Idul Adha. Bergabung dg seluruh siswa dan membntu guru2 membagikan daging Qurban unt pnduduk skitar sekolah sungguh mnyenangkan. Inilah acra waktu tu.

Pak Ilham mengucapkan salam terakhir dg hewan Qurban

Sedikit Narsis ma kambing

Pak Alif n Pak Hadi menggiring kambing

Pak Har bersemangat nyembelihnya

Narsis dulu ma siswa kelas X, hehehe

Gantian narsis ma kelas XII, Asyik....

Semangatnya siswa Ketua OSIS SMK N 1 Robatal

Bagi-bagi daging kambing
Sangat minimnya tenaga guru. Entahlah, waktu tu sdikit guru yg hadir. hnya beberapa tupun jam 10an dah pada pulang. Ya bisa dimaklumi sech, gurunya rumahya jauh2 semua. Maklum dech ak waktu tu, tpi sdikit terkejut jga sech..... What ever yg pntig lancar acray.

Rabu, 25 April 2012

Pendampingan SMK di SMK Negeri 1 Robatal Part 1

Aku pengen sedikit menulis tentang pengalamanku. Sedikit perkenalan saja, namaku Fida. Aku anak pertama dari 2 bersaudara. Orang tuaku tinggal di Bojonegoro, Jawa Timur dan sekarang aku dan adekku mencoba mengadu nasib di Kota Surabaya. Inilah salah satu pengalamanku yang nggak lama juga. Pengalamanku ngajar selama 5 bulan di SMK baru dengan semuanya serba baru BAGIKU.


Kabar bahagia sekaligus membingungkan dan sedikit mulai berfikir masa depan. Itulah yang ku alami setelah aku dinyatakan lulus oleh pihak Fakultas Teknik UNESA. Pertanyaan yang ada dibenakku dan mungkin dialami oleh mahasiswa laennya juga waktu itu antara lain:
  • Setelah lulus NGAPAEN???
  • KERJA dimana ???
  • PERUSAHAAN ato SEKOLAH mana ya, yang mau menerimaku???
  • Enaknya PULANG KAMPUNG ato MERANTAU ya???

Hal ini pasti semua merasakannya!
Mencari arah yang mana kan dituju. Menimbang-nimbang segala tawaran dan saran dari segala penjuru. Membuka dan mencoret-coret koran harian dan mulai berlangganan koran tiap akhir pekan.










Waktu itu t'seburuk yang aku bayangkan. Sebelum lulus aku sudah mengajar di SMK Negeri 1 Labang Bangkalan. Lumayan ada kesibukan pasca yudisium, walopun belom punya ijazah waktu itu. Ah, setidaknya hal ini dialami juga oleh beberapa temanku. Mereka belom lulus tapi dah bisa ikut training di salah satu perusahaan AKI di daerah Krian (klo gak salah nie... :)).
Ngajar di sekolah baru dengan berinteraksi di dunia pendidikan dan bertemu dengan guru-guru yang berbagai karakter belom pernah kubanyangkan. Ah... cukup melelahkan. Slain tu juga, jarak sekolah dengan kos2anku yang membutuhkan waktu 50 menit. Oh tidaaaaaaak.....!
http://roomsofaheart.blogspot.com/2011/04/tuitionoh-tidak.html

Untung aja aku dah lulus ospek oleh teman2ku dewe. Hal ini gak jadi masalah yang urgent buatku. Toh, tambah wawasan dan pengobat kangenku dengan tman2ku yang suka touring dan adventure ke gunung2 gitu. Lumayanlah..... ;) yang penting enjoy aja....! Hehehe


Aku typecal orang yang gampang bosan dan selalu pengen sesuatu yang baru. Akhirnya aku mencoba untuk daftar pada program pendampingan SMK Jawa Timur-Jambi. Yaaah.... pengene waktu itu aku ke Jambi. Tapi... berhubung aku dah ngajar sebelumnya di SMK Labang akhirnya aku mengurungkan niatku itu. Aku mencari sekolah yang deket dengan tempat ngajarku. Tapi ternyata tak ada sekolah yang deket dengan Labang. Mo gak mo aku ambil tmpat di Sampang. Tempat kelahiranku, wlo sbenere sangat jauh dari rumah ibuku. Hehehe...

( Bingung ya..??? Aku dewe yo bingung klo mo ngejelasin. Sekilas info aja, gini nie.... Ibuku asli orang Madura, Sampang. Aku n adekku kelahiran Sampang tapi udah lama di Bojonegoro. Malah kita jarang ke Madura, ya akhir2 ni ketika aku kuliah semester 5  kadang2 maen k Madura, rumah kakek nenek dari ibuku. Klo rumah kakek nenek dari bapakku di Yogja sono. Ngerti ya... SEMOGA ;)


3 hari aku harus mengikuti seminar dari Fakultas. Ah... untung aja gk bentrok dengan jam ngajarku di Labang. Waktu ku tanda tangan gak da feeling apa2 waktu itu. Paling2 tempatnya sama kayak sekolahku yang di Labang. Aku memang jarang komunikasi dengan teman cwe. Paling2 dengan teman 1 asrama/pacare teman2ku. Eh... lha kok ni aku harus berpartner dengan anak PKK cwe pisan. Hadech..... 
Cwe tu namanya Sofia. Sekedar perkenalan dan mang dasare aku orange cuek yo byasa ae. Kita sempet janjian hanya untuk kontak berangkat ke SMK di Sampang itu. Waktu aku liat tu, namaku da di kolom paling bawah sendiri dengan nama SMKnya adalah SMK Negeri 1 Robatal Sampang. (buseeeeet... mburi dewe ternyata ).


Aku d sms ma sofia. Katanya dia mo berangkat ma ortunya. Yo wezlah... aku berangkat dewe naik motor jawabku. Pagi2 bener aku berangkat dari kosku, pas jam 5 dan sampai di rumah nenekku jam 7. Baru masuk rumah nenekku, hp ku berdering ternyata ada sms dari sofia
" q dah nympek d tanah merah"
q blas sms dy " q bru pek rumh ne2kq"
Beberapa menit kemudian hpku berbunyi eh teryta sofia sms aku
"pean dmn??? aku dah sampai di blega"
"ok. ktemu d skolah ya"
Hadech.... cek cepete....??? Akhirnya aku lagsung meluncur ke Sampang. Dy kan naik mobil, lha aku naek motor bisa2 gk nututi ntar aku. Tanpa banyak bicara, aku tnya arah2 mo k Robatal k Saudarane kakekku. Tau arah2nya, langsung q tancap gas. Sebelumya sih aku searching dulu di mbah google. hahahaha.....


Keluar dari gang masuk jalan rumahe nenekku, rasanya htiku lego. Akhirnya aku kembali ke jalan yg benar (jalan raya). Rumahe nenekku mueeeeeeeeeeeenciiiiiiiiil puooooooooooooollll hehehehe PDne. Aku lurus saja, tepat sampai di Sampang aku berhenti di pos polisi untuk memastikan jalanku benar/gak. Setelah bertanya dengan pak polisi, aku langsung tancap gas ambil belok kiri dan lurus aja. Aku bener2 terkejut waktu itu. Jalan yang harus aku tempuh sangat lama dan berkelok-kelok sama dengan jalan yang aku lewati bersama teman2ku ktika kita touring dan adventure ke gunung. Sangat melelahkan tapi sangat mengasyikkan. Jalannya sangat menantang dan penuh lubang2 dsana sini. Oh..... istimewa.


Beberapa kali sempat aku berhenti untuk menanyakan SMK Negeri 1 Robatal itu. Huuuuuh.... jawaban yang  aku dapatkan adalah
"kurang dikit kok mbak, ini luruuuuuuuuuuuus saja kurang 7 km lagi" (pake logat madura mereka)
Sedikit bernafas panjang waktu itu. Setelah sekian lama eh ternyata masih 7 km. Tancap gas lagi dan ku perhatikan km di sepedaku. tpat di 7 km qberhnti dan bertya ma orang lagi. Adanya malah gak ngerti bahasaku, akhirnya ku cari orang yang bisa mengerti bahasa manusia seperti aku ini.
"Aduh.... masih jauh mbak, ni sampean luruuuuuuuuus aja mbk sampe da kantor polisi"
Apa?????????
Yang bener aja pak??? Tadi bilang kurang 7 km eh sekarang bilang masih jauh. Ah... Robatal2 dimana cih kamu itu.???? Sempet bikin ak benar2 frustasi saat itu. (Baru kali ini gue merasakan stress di pinggir jalan, byasane touring2 it's far it's good dech...)
Akhire ku tancap gas dan sampai d kantor polisi. Aku ambil jalur kanan pemandangan yg bgus tpi aku dah merasa lelah sehingga tak bisa ku nikmati pemandangan itu. Eh, masih ada acara kesasar pisan. Hadech.... Nasib.... Nasib....
Akhirnya aku puter balik dan ku pandangi terus dengan saksama sebelah kananku. Dan ku melihat sosok sekolah di atas lahan yang tinggi dengan tembok yang mencolok warna kuning. Dalam hati kecilku waktu itu, "Akhirnya ku menemukanmu" (Lego rasane atiku...).

Ku parkir sepeda motorku pas bareng dengan mobil rombongane sofia datang. Ketika itu kami disambut dengan hangat oleh Pak Hadi. (guru agama di SMK Negeri 1 Robatal. Awale aku kira kepala sekolah. Hehehe.... Sorry.... ;)

Bertemu dengan Drs. Irijanto selaku Kepala SMK Negeri 1 Robatal Sampang
Setelah berbincang-bincang cukup panjang, lebar dan tinggi dengan kepala sekolah dan waka kurikulum, akhirnya kami berkeliling sekolah ditemani oleh bag. TU sekolah namanya Pak Har.Inilah keadaan SMK Negeri 1 Robatal Sampang.
SMK N 1 Robatal, Sampang, Madura
Dan inilah keadaan kelas-kelas yang kami jumpai saat itu. Di teriknya mentari kami tetep menelusuri sekolah itu. (Hahaha... gue gak ngebayangin betapa kusemnya saat itu, but itulah perjalanan).









Keadaan di dalam sekolah ketika siang hari
Ruang Praktik TKR

Parkir siswa yang terletak di dalam sekolah

Ruang kelas X TKR

Mesin Obras TB

Mesin Jahit TB
Yang ada dibenakku waktu itu, It's MAGIC!!!!
Alloh milihin tempat yg pnuh tantangan gini...??
Tempat Gunung, Nuansa Gunung, Ngajar + Adventure ki ceritane. Hahahaha

Ternyta masih ada sekolah kecamtan yg sperti ini ya...???
Belom terllu byak pertnyaan d benakku. Cuma waktu tu bingug dg keadaane partnerq, SOFIA. Tampang sech ank2 pingitan (Hehehe.... Peace beb....)

Dy btuh kos, klo q mah mikir2 dlu. Masih nyantailah.... ngatur2 dlu. (Gue kan slalu dtemeni ma cinta pertama gue Si Vega Silver, so tinang2 sajelah....

Waktu tu ngelobby Kepsek n Kurikulum bahwa jadwal ngajar hari senin,selasa n jum'at. Dg alasan ak ngjar jg d Labang, Bangkalan. Alhasil It's The Best. Lobiying yg gk alot kyak di kampus dlu. Semua berjlan HAMPIR SEMPURNA. Akan sempurna lgi klo wktu tu bsa ktemu ma Kaprodi TKR. Enak bsa FIK langsung. By the way, not bad. walo ngajar materi pa2 blom jelas sech....! sedikit kcewa gue coz gak ktemu Kaprodinya. HHuuuufffttt........

Ak pamitan ma pihak sekolah dan akan masuk lagi tpat tgl 3 Oktober. Coz gue mo wisuda dlu dunk.... Hahaha...

Begitulah ekspedisi pertama gue di SMK N 1 Robatal. Pengen tau Ekspedisi gue laennya di SMK ini, apa ja yg gue lakukan. Tunggu ya Edisi selanjutnya. Gue lagi byak tugas soale. Bagi pembaca2 setia, baik teman2, siswa dan guru2 yg lain MUNGKIN yg setian membaca CELOTEHAN gue n menunggu CELOTEHAN EKSPEDISI gue selanjutnya. SABAR.....

Gue sedang menyusun unt slanjutnya. Hahahaha
(Perasaan kok gue-gue terus dr tadi, wah ketularan Si Indra -Sikumannakal ni. Hahaha)

See u next edition......
Siiiiiiiiiiiiip!!!!

Selasa, 15 November 2011

Siswa SMK N 1 Robatal Mengikuti Lomba Metrologi di Universitas Negeri Malang

Hari yang cerah menyapa hati yang penuh semagat dan harapan. Menjelajahi jalan penuh hambatan. Jalan terjal dan bergelombang, siap melewatinya. Dengan bermodalkan nekat, langkah demi langkah siap berjuang sampai titik darah penghabisan. Tak ingin kalahkan diri dari semangat pejuang-pejuang terdahulu yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi kebebasan kemerdekaan bangsa.
SMK Negeri 1 Robatal
Perjalanan yang sangat melelahkan tampak pada wajah-wajah polos siswa. Perjalanan panjang yang dimulai pukul 07.30 WIB dengan start dari Madura. Pukul 12.00 WIB, sampailah di terminal Bungurasih, Surabaya. Tempat beribadah, itulah tujuan utama. Bergegas menuju masjid untuk sholat kemudian mencari warung untuk makan siang. Tepat pukul 13.30 WIB, menuju bis Patas Jurusan Malang dan sampai di kota Malang pukul 20.00 WIB. Merasakan panas dan jenuhnya penantian panjang dalam kemacetan kota. Merasakan kehilangan tujuan dalam angkot kota. Badan capek dan wajah penuh keletihan yang teramat. Hal ini tak menyulutkan semangat.
Keesokan harinya pukul 04.00 WIB bergegas bangun, mengubah posisi untuk memotivasi diri untuk bangkit dari keletihan dan dinginnya geografis kota Malang.
Kemacetan di Sepanjang Perjalanan Munuju Malang
Rasa minder pasti mendera pada jiwa-jiwa polos. Sekolah dari pinggiran, sawahan, tiada masalah untuk terus berjuang demi pendidikan. Yang terpenting adalah semangat. Semangat yang terus membara dihati dan jiwa anak bangsa. Karena tiada beda itu semua selama kita terus mau berusaha dan memiliki kemauan yang kuat untuk terus bangkit dan bangkit.
Semua itu telah dibuktikan oleh kedua siswa dari sekolah desa pelosok. Wajah-wajah polos penuh semangat. Tiada mau menyerah dan berani mencoba sesuatu yang baru serta tak mau kalah dengan sekolah-sekolah kota lainnya se-Jawa Timur. Inilah wajah-wajah polos siswa itu.
Safiudin (kiri) dan Abdul Muis (kanan)
Abdul Muis dan Safiuddin adalah salah satu siswa SMK Negeri 1 Robatal, Sampang.Kedua siswa ini adalah siswa kelas IX yang telah lolos pada level penyisihan di Rayon Madura dan melanjutkan pada level semifinal di Universitas Negeri Malang. Dengan didampingi oleh Pak Jefri Firyanto, S. Pd kedua siswa mengikuti lomba. Lomba Metrologi yang dilaksanakan pada tanggal 13 November 2011 ini diikuti oleh seluruh siswa-siswa SMK se-Jawa Timur.
Pak Jefri Firyanto, S. Pd (Maaf, tidak ada fotonya karena beliau jadi dokumenter sekaligus)
 Tepat pukul 06.00 WIB sampailah di Universitas Negeri Malang. Mencari sarapan itulah tujuan utama pagi itu. Berbeda dengan keadaan di rumah, di kota ini mencari sarapan di pagi hari tak semudah yang kita bayangkan. Mungkin karena keadaan geografis kota yang lumayan dingin, sehingga sarapan pagi pun susah diperolah. Kita harus muter-muter mencari warung yang buka di pagi hari. Menikmati indahnya kota Malang sambil berjalan menyusuri gedung-gedung di Kampus Universitas Negeri Malang itu. Hal yang menakjubkan dan tiada pernah terfikirkan.
Sampai di Gedung H5 Lantai 4 FT UM

Di gedung H5 kita berhenti, karena di gedung inilah tempat tujuan utama dan perlombaan dilakukan. Gedung bertingkat 4 dengan sarana tangga dan lift, menyambut kedatangan kami pagi itu. Pukul 08.00 WIB siap untuk regristrasi awal. Setelah itu, menanyakan pada panitia tentang lomba yang akan dilakukan. Informasi diperoleh bahwasanya lomba dilakukan 2 jam lagi, lebih tepatnya dilakukan pukul 10.00 WIB. Resah, takut, minder, capek menyatu. Melihat peserta lomba dari berbagai penjuru SMK se-Jawa Timur, hal ini merupakan hal yang luar biasa.
Semangat belajar tiada surut (Persiapan Semifinal)
Tepat pukul 10.00 WIB semua peserta dan guru pendamping memasuki ruangan untuk pembukaan acara lomba tersebut. Inilah suasana pembukaan lomba Metrologi di Universitas Negeri Malang waktu itu dan dilanjutkan dengan pelaksanaan lomba.
Acara Pembukaan Lomba Metrologi

Pukul 11.35 WIB semua peserta lomba selesai dalam menyelesaikan babak penyisihan, kemudian sholat dhuhur berjamaah. Selanjutnya makan siang dan pengumuman untuk babak final. Hasil seperti apapun harus diterima, karena yang terpenting adalah kita sudah berikhtiar sebelumnya. Meskipun tidak lolos dalam final, prestasi keduanya tidak mengecewakan. Diantara semua peserta lomba, mereka adalah satu-satunya siswa dari kelas XI yang mewakili sekolah. Sekolah-sekolah lain diwakilkan oleh siswa-siswa dari kelas XII. Namun, hal ini tiada menjadi permasalahan. Karena mereka telah membawa nama sekolah sampai di tingkat provinsi. Dari sinilah kita semua harus mengikuti jejak-jejak mereka. Kita harus terus bersemangat dan optimis untuk menjadi juara. Karena Allah SWT selalu mengikuti prasangka hambaNya.
Kita harus memiliki jejak-jejak yang menakjubkan. Jejak-jejak yang akan menjadi pembeda diri kita dengan orang lain. Jejak-jejak yang akan memberikan pelajaran dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Jejak-jejak yang akan mengantarkan kita pada titik puncak tujuan kita.
Jejak-jejak yang akan menjadi PEMBEDA
Meski sungguh lelah badan ini, mereka tetap semangat. Menunggu dan terus menunggu datangnya bus jurusan madura. Merasakan dinginnya malam dan lelahnya seharian diperjalanan. Perjalanan 2 hari yang sangat melelahkan dan menguras tenaga. Selain harus menunggu kita juga harus berebut tempat duduk untuk pulang menuju empuknya kasur di rumah yang selama 2 hari kita tinggalkan. Tapi mereka tetap semangat!!
Lelahnya perjalanan malam yang panjang

Untuk itu, pesan saya pada semua siswa-siswa. "Janganlah kalian tidak percaya diri karena alasan kalian anak desa, orang tua tidak mampu dll. Janganlah da kata-kata TAPI jika kalian memiliki niat untuk maju. Karena kata TAPI itu akan membuat kita mundur. Hilangkan kata TAPI mulai dari sekarang. Allah menciptakan manusia itu cerdas, semua tergantung pada diri kita untuk mau berusaha maju atau tidak. Jika orang-orang kaya bisa melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi itu merupakan hal yang biasa. Karena mereka adalah orang mampu. Jika kita orang biasa, orang desa, kurang mampu dan dapat terus melanjutkan study, berarti kita telah membuat jejak-jejak itu. Jejak-jejak yang akan menjadi PEMBEDA.
Dan piala kemenanganpun akan ada ditangan kita"
Piala Kemenangan
Pesanku untuk semua bapak/ibu guru,"kita harus selalu memotivasi siswa. Tanpa kita siapa lagi yang akan membantu mereka. Mereka butuh bantuan dan contoh panutan untuk menjalani hidup mereka. Nasib kita dan bangsa ada ditangan siswa-siswi kita. Untuk itu, janganlah jenuh atau bosan mengajar dimanapun tempatnya. Mereka memiliki semangat yang luar biasa. InsyaAllah semua ilmu bapak/ibu guru tidak akan sia-sia. Malah nantinya ilmu itu yang akan mengantarkan kita ke surga (Insya Allah Amin........)."
Don't Give Up

Senin, 12 September 2011

Yudisium ke-3 Fakultas Teknik UNESA


Patutlah jika kita semua mengucapkan puji syukur atas kemenangan yang telah kita raih. Segala puji hanya bagi Allah SWT yang telah menciptakan seluruh alam semesta di bumi ini dan seluruh kenikmatan setiap harinya. Khususnya hari ini, tanggal 12 September 2011. Special bagi yudisiawan dan yudisiawati Fakultas Teknik Unesa. Karena tepat pukul 8.20 acara yudisium ke-3 FT UNESA dinyatakan dibuka oleh Pak Drs. Tri Wrahatnolo M. Pd., M.T selaku Dekan FT UNESA.

Dekan FT UNESA, Bapak Tri Wrahatnolo, M. Pd,. M. T
Beginilah suasana yudisiawan jurusan teknik mesin mengikuti Yudisium ke-3 Fakutas Teknik UNESA. tampak kegembiraan  di wajah mereka.
Suasana menjelang Yudisium ke-3 FT UNESA (Kegembiraan di wajah teman-teman)
Setelah dinyatakan dibuka oleh Dekan FT UNESA, acara yang selanjutnya adalah pembacaan nama-nama mahasiswa yang dinyatakan lulus yang dibacakan oleh kajur masing-masing. Tepuk sorak ditujukan pada setiap mahasiswa yang dibacakan namanya pada acara itu. Satu per satu nama dibacakan terasa merinding dan deg-degan hati ini. Ketika kajur Teknik Mesin maju untuk membacakan beberapa nama mahasiswa yang lulus tepuk sorak yang meriah dengan dukungan mahasiswa teknik mesin. Eehheeemmm….. hal ini menyebabkan aku harus menarik nafas panjang. Karena kekompakan jurusan teknik mesin tak kalah dengan jurusan lain. Solidarity Forever!!! 

Penghargaan diberikan oleh Fakultas kepada mahasiswa terbaik di tingkat jurusan dan tingkat fakultas. Di jurusan teknik mesin untuk S1 diberikan pada Sri Astutik (S1 Pend. Produksi) dengan IPK 3,53 sedangkan di tingkat fakultas diberikan pada Sdr. Wahyu dari jurusan Pend. Teknik Bangunan dengan IPK 3,77. Fantastic!!! Selamat kawan atas keberhasilan yang telah diraih. Rasa haru dan sorak meriah memenuhi ruangan itu. Dan akhirnya pihak fakultas memberikan selamat pada para yudisiawan dan yudisiawati.

Pihak fakultas memberikan selamat pada yudisiawan dan yudisiawati
Pada sambutan Sdr. Wahyu pantaslah dia mendapat penghargaan itu. Tampak santun dan sholeh serta penuh rendah hati. Sambutan yang cukup singkat sekitar 12 menit disampaikan oleh mahasiswa lulusan terbaik dengan IPK coumloude di Fakultas Teknik Unesa. Selanjutnya sambutan dari Dekan FT UNESA, pada sambutan ini banyak sekali wejangan yang diberikan oleh bapak Dekan kita. Termasuk informasi-informasi dunia kerja. Terima kasih ya Pak. Akan selau saya ingat dan aplikasikan, Insya Allah…..

Wahyu (peraih IPK Coumloude 3,77 jurusan Pend. Teknik Bangunan) memberi sambutan
Tepat pukul 10.08 acara yudisium dinyatakan ditutup oleh Dekan FT UNESA dan diikuti penutup yaitu do’a. Dilanjutkan dengan foto bersama.

S1 Pend. Produksi
S1 Pend. Otomotif
Pada yudisium ke-3 FT UNESA telah meluluskan sebanyak 194 mahasiswa dari 4 jurusan. Sungguh membanggakan dan menyenangkan bisa mengikuti acara ini. Dari Jurusan Teknik Mesin tercatat 21 mahasiswa dari program study S1 Pend. Otomotif yang lulus dan 15 mahasiswa dari program study Si Pend. Produksi. Dari 21 mahasiswa program study S1 Pend. Otomotif hanya 17 mahasiswa yang tercatat sebagai mahasiswa yang lulus tepat waktu (lulus 4 tahun). Persaingan yang sangat ketat dan penuh perjuangan. Jika mengingat jumlah mahasiswa program study S1 Pend. Otomotif sekitar 80-an. Kita patut bernbangga kawan-kawan. Patutlah aku mengucapkan Selamat kawan-kawan atas keberhasilan ini, tentunya hal ini menjadikan semangat kita untuk lebih maju dan berkembang lagi.

 Pada even ini aku dan kawan-kawan melanjutkan menuju ke jurusan menemui dosen-dosen teknik mesin dan mekanik di jurusan. Kita mohn do’a restu dan berfoto sebagai kenang-kenangan selama 4 tahun di UNESA. Alhamdulillah keinginan kita dapat sambutan positif oleh semua dosen di jurusan. Bapak I. Wayan Susila, Bapak Dwi Heru, Bapak Budihardjo, Bapak Arya, Ibu Diah Riandadari, Ibu Upik, Ibu Diah Wulandari. Kepada Pak Mardi, Pak Sholeh, Pak Hadi, Pak Margo, Pak Okki, Pak Anton. Sungguh menyenangkan dan mengharukan. Bapak/Ibu dosen terima kasih atas bimbingannya, dengan gemblengan mental dan akademik selama ini. Akan selalu kita bawa dan menjadi bekal untuk kita maju. Dan maafkan kami jika selama ini pernah membuat Bapak/Ibu marah atau kesal. Thanks to all….
Laboratorium Bahan Bakar dan Pelumas
Bengkel Pengecatan dengan Pak Hadi (Mekanik Kelistrikan)

Dari kiri Pak Anton (Pengecatan), Pak Mardi (Motor Bensin) dan Pak Soleh (Sepeda Motor)
Pak Yadi
Ir. I. Wayan Susila, M. T (Dosen Pembimbing Skripsi Aku, Mas Indra, Mas Agus)

Sebelah kiri Pak Arya Mahendra, Bu Diah Wulandari, Bu Diah Riandadari, Pak Budihardjo, Pak Subarzah, Pak I. Wayan Susila, Bu Aisyah Endah Palupi (Bu Upik)
 Ada suka dan duka yang aku rasakan saat itu. Aku senang bisa menyelesaikan study S1 ini dengan lulus tepat waktu dan dengan IPK terakhir yang cukup memuaskan bagi aku. Aku cukup banggga dengan predikatku sekarang. Karena akhirnya aku merupakan satu-satunya cucu perempuan yang telah menyelesaikan study S1 dan mendapat gelar S. Pd. Akhirnya aku bisa membanggakan ibuku walaupun setelah hari ini masih ada jalan yang lebih berliku-liku dan terjal yang harus aku hadapi. Ibu, aku berjanji kan merubah tetesan air matamu menjadi kebahagiaan. Do’akan selalu anakmu ini menjadi lebih baik lagi dan sukses. Aku sangat merindukanmu ibu… I miss you mom… I hope you’are in here with me now. Always beside me mom… and always believe me mom… don’t go against.!!! You’re my power in my life.

Love mom
 Aku sedih karena pada acara ini ada 2 teman yang tak bisa ikut karena mereka sudah kerja di tempat yang jauh. Mereka adalah indra irawan (075524046) dan malik purnomo (075524008). Selamat kawan atas keberhasilan yang telah kalian raih. Tetaplah semangat dan terus berjuang aku yakin kalian bisa. Kita sangat merindukan kalian berdua dan ingin rasanya berbagi kebahagiaan di acara Yudisium kita ini. Dan aku sedih karena harus berpisah dengan teman-teman terbaikku. Teman-teman yang selalu mensupport aku dan mengajariku akan segala hal. Teman-teman yang selelu jail penuh canda tawa dan teman-teman yang selalu bersemangat dan pantang menyerah. Berapa kalipun terjatuh itu tidaklah jadi masalah karena yang terpenting adalah berapa kali kita bangun dari jatuh itu.
Indra Irawan (075524046)
Malik Purnomo (075524008)
 Mulai hari ini kita berpisah, kita kan pergi mengejar mimpi. Dream High!!! 
Berlari mengejar mimpi
Meraih mimpi dengan tangan sendiri
Hingga dunia berada pada genggaman kita
Berbagai kerikil dan batuan telah kita jalani. Mulai dari menunggu dan terus menunggu acc dosen. Melihat banyaknya lipatan dan coretan-coretan naskah skripsi. Bergelut dengan laptop sepanjang hari untuk revisi dengan memperhatikan coretan-coretan dosen pembimbing, mengikuti kemauan dosen dengan menyamakan statement. Mengambil data skripsi dan mengotak-atiknya menjadi sesuai kenyataan ataukah sesuai dengan teori yang berlaku??. Suatu pilihan yang tak mudah!!! Hiks...hiks....hiks.... Revisi dari semua dosen penguji mulai dari datang ke kampus, ke bengkel, ke rumah, ke laboratorium dan lain-lain. Mengajukan acc pada dosen pembimbing dan meminta tanda tangan dosen-dosen sebagai administasi mengurus yudisium. Mengumpulkan draft skripsi yang ruwetnya masya allah. Mulai dari harus datang sendirilah, tidak bisa diwakilkanlah. Inilah itulah. Kurang ini kurang itu. Tambah ini tambah itu. Ahhh… begitulah gambaran menyelesaikan skripsi. Melelahkan tapi setelah kita bisa goal rasanya kita bisa senang dan malapangkan dada sujud penuh syukur atas nikmat Allah SWT. 
Suka duka menyelesaikan skripsi
 Di acara yudisium ini mungkin kita sama. Kita sama-sama mahasiswa lulusan UNESA periode ke-3 tahun 2011. Tapi, disadari atau tidak kita semua berbeda. Kita menjalani lika-liku perkuliahan yang berbeda-beda. Hambatan mengurus skripsi yang berbeda. Mungkin ada yang lancar tanpa hambatan dan mungkin ada yang terseok-seok, atau mungkin ada yang merasakan jatuh bangun berkali-kali. Bahkan di detik-detik terakhir kita terus berjuang sampai titik darah penghabisan. Tapi kawan… hal itu adalah proses, proses untuk mendewasakan kita. Proses yang akan manjadi bekal kita menghadapi dunia luar. Kita pasti akan mengalami hambatan yang lebih dari sekarang di dunia luar sana. Persaingan di lingkup kampus hanyalah sebagian kecil dari persaingan yang luar biasa di luar sana. Dan jika kalian amati, di luar banyak sekali persaingan bebas yang menghalalkan segala cara. Untuk itu kawan, gunakan prestasi dan pengalaman kalian dengan baik. 


Karena lulus bukan berarti perjuangan ini telah usai dan kita menjadi merasa di atas. Lulus berarti bertambah lagi tanggung jawab di pundak kita kawan. Menyandang gelar S. Pd di belakang nama, perilaku kita harus sesuaikan dengan gelar itu. Sarjana pendidikan, berarti kita harus mampu menjadi panutan orang banyak. Gak harus di Sekolah tapi juga di masayarakat. Walau bagaimanapun ketika gelar sarjana telah kita raih kita harus mengerti rambu-rambu dan menjadi tauladan bagi generasi penerus selanjutnya supaya lebih baik lagi. Untuk itu kawan, aku berharap tularkan semangat berjuang dan pantang menyerah pada generasi-generasi penerus selanjutnya. Semangat kawan....

Terbang mengejar mimpi
 Hari ini aku merasa seperti burung-burung di sangkar yang masing-masing memiliki tali persahabatan kemudian dilepaskan oleh pemiliknya dan terbang tak tentu arah. Mencari tempat yang nyaman untuk diri sendiri. Terbang mengejar mimpi-mimpi yang selalu ada dibenak dan ingin segera mewujudkannya. Mulai dengan berdiri di atas kaki sendiri dan mengambil keputusan sendiri. Kawan… aku pasti merindukan kalian. Aku harap tali persahabatan ini tidak lepas. Aku tau kita memiliki mimpi-mimpi yang tinggi. Terbanglah sejauh mungkin dan genggamlah mimpi itu. Disaat kalian mampu menggenggam mimpi itu jangan pernah putus tali persahabatan ini. Tali yang mengikat kita selama 4 tahun ini. Agar kebersamaan di antara kita tetap terjaga. Dan tentunya kita saling mendo'akan untuk keberhasilan kita semua. Amin..... Walau bagaimanapun kalian adalah orang-orang terpenting dalam hidupku. Kita masuk di teknik mesin dengan selalu mengatakan Solidarity Forever dan selanjutnya kan tetap Solidarity Forever untuk semua kebaikan. I hope it… and Adventure in Rinjani. Hehehehe…..
Gunung Rinjani